Skip to main content

Bank Kaum Miskin (Grameen Bank)

Review buku Bank Kaum Miskin (Grameen Bank)
oleh Rizki Setiawan

Komite Nobel Norwegia pada tahun 2006 lalu memutuskan Profesor Muhammad Yunus dan Grameen Bank mendapat Nobel perdamaian. Maka Grameen Bank sebagai gerakan pemberantasan kemiskinan sangat relevan untuk digunakan sebagai landasan teori dalam skripsi ini. Grameen Bank merupakan salah satu contoh real peran aktor dalam pembangunan, namun begitu di sini lebih ditekankan pada bagaimana struktur kemiskinan dalam masyarakat dapat dibongkar.

Muhammad Yunus adalah dekan Fakultas Ekonomi Chittagog University di Bangladesh yang resah akan ketidakmampuan ilmu ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan itu dia memilih “pandangan mata cacing” guna mempelajari kemiskinan dari jarak dekat. Kemudian dia melepaskan jubah akademisnya dan lalu bergaul dengan bergaul dengan orang miskin dan realitas kemiskinan desa Jobra yang bertetangga dengan universitas tempat Ia mengajar. Kaum miskin telah mengajari ilmu ekonomi yang benar-benar baru, dia mempelajari masalah-masalah yang dihadapi orang miskin dengan perspektif mereka sendiri. Pergulatan panjang Yunus dengan masyarakat desa menelurkan sebuah konsep yang disebutnya sebagai “kewirausahaan sosial”, yang berhasil merubah berbagai dimensi pada masyarakat, khususnya perempuan. Dia kemudian mendirikan Grameen Bank guna peemenuhan kredit mikro yang dibutuhkan masyarakat.

Grameen Bank mulai beroperasi sejak tahun 1977, yang kemudian baru menjadi Bank resmi pada akhir september 1982. Prinsip yang digunakan Grameen Bank jauh berbeda dengan bank konvensional yang ada selama ini, dan prinsip itulah yang kemudian dapat mengeluarkan kaum miskin dari kemiskinan struktural yang dideranya. Pertama, Grameen memberikan pinjaman dalam skala mikro, sehingga masyarakat yang paling miskin dapat menjangkau kredit ini. Kemudian yang kedua, prinsip utama yang dianut Grameen Bank adalah “kepercayaan”. Grameen menganggap setiap peminjamnya bisa dipercaya, karena itu Grameen tidak memerlukan instrumen hukum antara debitur dengan kreditur.[1] Dengan kepercayaan tersebut Grameen juga tidak memberlakukan agunan bagi debiturnya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Yunus;

“mereka (masyarakat yang menjadi debitur) sangat punya alasan untuk mengembalikan pinjamannya, yakni untuk mendapatkan pinjaman lagi dan bisa melanjutkan hidup esok harinya! Itu jaminan terbaik yang bisa didapatkan: nyawa mereka. [2]

Dalam perjalanannya Grameen menemui banyak hambatan, yang berasal dari struktur sosial masyarakat, agama dan kebudayaan, pemerintah dan birokrasinya, dan bahkan dari dunia internasional. Meskipun demikian, Yunus mendasari keyakinannya bahwa perubahan sosial itu harus didukung oleh semua pihak (multi stakeholders). Yang membuat Yunus terus berjuang meyakinkan semua pihak. Dengan berbagai upayanya, Yunus beserta Grameen berhasil mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Dan dengan itu pula Yunus membuktikan bahwa civil society merupakan kekuatan yang dapat melaksanakan program besar yang tidak dapat dilakukan pemerintah.[3]

Peminjam Grameen terdiri atas kelompok yang terdiri dari lima orang, dan kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam sentra (federasi tingkat desa yang terdiri dari paling banyak 8 kelompok). Setiap pemohon bergabung dalam sebuah kelompok yang memiliki pemikiran yang sama dan hidup dalam kondisi sosial-ekonomi yang serupa. Kelompok dibentuk oleh para peminjam sendiri, dan Grameen mendorongnya dengan menyediakan insentif agar mereka saling membantu demi keberhasilan usaha masing-masing. Setiap pinjaman dari anggora juga harus disetujui kelompok, karena itu kelompok memikul tanggungjawab moral atas setiap pinjaman. Seorang calon peminjam pertama-tama harus berinisiatif mencari orang kedua dan menjelaskan prosedur bank pada orang kedua., kemudian yang kedua akan mencari anggota ketiga, keempat, dan yang kelima. Untuk itu, anggota yang pertama harus dapat menyakinkan anggota kedua agar bersedia bergabung. Namun seringkali ketika kelompok tersebut hampir terbentuk, salah satu anggota, atau bahkan empat anggota yang lain mengurungkan diri sehingga yang seorang itu harus memulai dari awal lagi. Setelah kelompok terbentuk kelima anggota tersebut datang kelima-limanya ke bank untuk mendapatkan pelatihan tentang kebijakan bank setidaknya selama tujuh hari. Setelah itu mereka pun harus mengikuti ujian lisan secara individu guna mengetahui pemahamannya. Jika seorang anggota tidak lulus, maka yang lain harus menunggunya sampai lulus. Setelah semuanya lulus ujian maka dua orang pertama akan mendapatkan pinjamannya. Jika dalam enam minggu dua orang tersebut taat membayar cicilannya, maka dua orang lainnya akan mendapat pinjaman. Ketua kelompok biasanya menjadi peminjam terakhir dalam kelompoknya.[4]

Mekanisme praktik Grameen terus berubah mengikuti kondisi yang ada, saat ini mekanisme pembayaran Grameen sebagai berikut: (i) masa pinjaman satu tahun. (ii) cicilan dibayar tiap minggu. (iii) pembayaran cicilan dimulai satu minggu setelah pinjaman dikucurkan. (iv) tingkat suku bunga 20%. (v) besarnya cicilan sebanyak 2 % dari total pinjaman perminggu selama 50 minggu. (vi) pembayaran bunga sebesar 2 taka per minggu untuk setiap pinjaman sebesar 1.000 taka.[5]

Kemudian Yunus juga membongkar logika kapitalisme yang mengakar dalam praktik perbankan. Logika kapitalisme tersebut tersebut dengan jelas melahirkan diskriminasi perbankan terhadap orang miskin. Silogisme kapitalisme perbankan mempunyai premis-premis yang sangat ketat: (i) Bank harus mendapakan untung tanpa membedakan apakah nasabahnya adalah orang kaya atau orang miskin. (ii) maka kredit yang diberikan adalah kredit dalam jumlah besar, yang tentunya tak tarjangkau kaum miskin. (iii) Oleh karena itu tidak rasional dan tidak logis jika bank memberikan kredit mikro. Kesimpulannya, karena alasan rasional dan ekonomis, bank tidak akan memihak pada kaum miskin. Meskipun demikian, logika ini paradoksal dengan praktik perbankan yang ada. Debitur besar pada umumnya tidak membayar kembali pinjamannya, agunan yang diberikan pun bersifat fiktif, yang memudahkan mereka untuk kabur bersama pinjamannya ke luar negeri. Dengan itu Yunus pun berhasil membuktikan bahwa tingkat pengembalian orang miskin kepada Grameen paling rendah 98%.[6]

Yunus kemudian juga menemukan bahwa perbankan saat ini telah bias jender, perempuan selama ini jarang yang diperbolehkan untuk menjadi debitur. Padahal, perempuanlah yang lebih rentan mengalami kemiskinan dan kelaparan. Hukum tak tertulis mengatakan bahwa ibulah yang akan pertama kali mengalaminya. Sementara itu, Yunus menemukan kekuatan yang besar di dalam diri perempuan. Perempuan miskin memandang jauh ke depan dan bekerja keras untuk membawa diri dan keluarganya keluar dari kemiskinan. Ketika perempuan miskin mulai mendapatkan penghasilan, impian keberhasilannya selalu terpusat di sekitar anak-anaknya. Prioritas kedua seorang perempuan adaah rumah tangganya. Dia membeli perkakas rumah tangga, ataupun memperbaiki rumahnya. Sedangkan laki-laki memiliki prioritas yang jauh berbeda. Ketika laki-laki miskin mempunyai pendapatan lebih, dia lebih memusatkan pada dirinya sendiri. Karenanya, uang yang msuk ke rumah tangga melalui perempuan lebih bermanfaat bagi keluarga secara keseluruhan.[7]

Konsep pembangunan menurut Yunus juga mesti didefinisikan kembali. Konsep pembangunan yang dianut Grameen adalah suatu proses perubahan politik-sosial-ekonomi yang kompleks, dimana unsur yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Sejak awal berdirinya metode Grameen memang berlawanan dengan metode pengentasan kemiskinan lainnya, yaitu dengan memberikan uang tanpa satu pun upaya memberi keterampilan terlebih dahulu. Ini didasarkan pada keyakinan Yunus bahwa semua manusia memiliki keterampilan bawaaan lahir, yang disebutnya sebagai keterampilan beratahan hidup. Ini dibuktikan dengan kemampuan orang miskin untuk mempertahankan hidupnya. Untuk itu, Grameen lebih memilih untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki anggotanya dibandingkan dengan menambah keterampilan baru. 

Asumsi yang menyatakan bahwa orang menjadi miskin dikarenakan tidak mempunyai keterampilan disanggah oleh Yunus. Program-program pelatihan besar yang diwajibkan dalam program pengentasan kemiskinan oleh pemerintah, ornop-ornop maupun lembaga donor asing diduganya hanya untuk mengekalkan kepentingannya sendiri: menciptakan makin banyak lapangan kerja untuk diri mereka sendiri tanpa perlu bertanggungjawab menghasilkan sesuatu yang konkret (mengentaskan kemiskinan). Kemudian dengan aliran dana bantuan dan kesejahteraan, terciptalah industri besar baru yang berkembang dengan tujuan tunggal menyediakan pelatihan. Sementara itu, Grameen berbeda pandangan dengan ahli pengentasan kemiskinan tersebut: orang menjadi miskin bukan karena tidak terampil, melainkan karena tertutupnya kontrol atas modal. Ketidakberdayaan kaum miskin menyebabkan mereka bekerja demi keuntungan orang yang memiliki kontrol atas modal.[8] Selain itu, Yunus juga mengungkapkan bahwa kemiskinan tidak diciptakan oleh kaum miskin. Kemiskinan diiptakan oleh struktur masyarakat dan kebijakan-kebijakan yang dijalankan masyarakat.[9]

Pelatihan yang dilakukan dalam program pengentasan kemiskinan banyak yang kontrapoduktif, pelatihan menakutkan bagi orang miskin dan hanya membuang uang dan tenaga saja. Pelatihan bahkan dapat menurunkan tingkat percaya diri peminjam: mereka merasa kecil, bodoh, dan tak berguna. Ini bukan berarti pelatihan itu buruk, namun pelatihan tidak boleh dipaksakan melainkan harus muncul dari kebutuhan dalam proses pengentasan kemiskinan.. Pelatihan baca tulis bagi anggota yang buta huruf relatif dibutuhkan agar mereka dapat menuliskan namanya, jumlah uang yang dipinjam, cicilan yang harus dibayar, maupun membaca angka-angka dalam buku kredit mereka. Atau mereka mungkin mau belajar keterampilan yang baru seperti teknik berternak sapi, berternak unggas, maupun teknik-teknik terbaru di bidang pertanian. Namun pelatihan tersebut seharusnya ditawarkan ketika peminjam secara aktif mencarinya dan mau membayar dalam bentuk uang maupun natura untuk memperolehnya.[10]

Terakhir, dapat ditarik beberapa prinsip yang dianut Grameen Bank. (i) Grameen Bank dimiliki oleh anggotanya (92% adalah saham anggota, dan sisanya milik pemerintah). (ii) Sasaran Grameen Bank adalah lapisan masyarakat yang paling miskin. (iii) Perempuan lebih diutamakan oleh Grameen. (iv) Grameen tidak memberlakukan agunan. (v) Jenis usaha yang dibiayai ditentukan oleh anggotanya sendiri. (vi) Grameen membantu informasi dan sarana agar usaha anggotanya berhasil. (vii) Debitur membayar tingkat bunga sesuai keperluan untuk menjaga agar Grameen tetap mandiri (tidak tergantung hibah atau donasi).



[1] Muhammad Yunus (2007), diterjemahkan Irfan Nasution, Bank Kaum Miskin, Jakarta; Marjin Kiri, halaman 72
[2] ibid, halaman 55.
[3] Ibid.
[4] Ibid.Halaman 63-65.
[5] Ibid.Halaman 70.
[6] Ibid.Halaman xii.
[7] Ibid.Halaman 73-74.
[8] Ibid.Halaman 141-142.
[9] Ibid.Halaman 204.
[10] Ibid.Halaman 142-143.

Comments

  1. Apakah Anda mencari pinjaman? Atau anda telah menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk satu atau lebih alasan? Anda memiliki tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Kami memberikan pinjaman kepada perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. Silahkan hubungi kami melalui e-mail hari ini melalui christianmorganloanservices@gmail.com

    DATA PEMOHON:

    1) Nama Lengkap:
    2) Negara:
    3) Alamat:
    4) Negara:
    5) Sex:
    6) Status Pernikahan:
    7) Bekerja:
    8) Nomor Telepon:
    9) Posisi di tempat kerja:
    10) Pendapatan Bulanan:
    11) Jumlah Pinjaman Dibutuhkan:
    12) Durasi Pinjaman:
    13) Pinjaman Bunga:
    14) Agama:
    15) Apakah Anda sudah menerapkan sebelumnya;
    16) Tanggal lahir;

    Terima kasih,
    Ibu Christian

    ReplyDelete
  2. Halo,
    Apakah Anda telah ditolak pinjaman dari bank
    Atau apakah beberapa lembaga keuangan menolak permintaan Anda untuk satu atau lebih alasan?
    Saya meminta Anda untuk bertemu dengan Madam Margaret, CEO perusahaan Margaret Pedro Loan, dengan semua masalah keuangannya akan terpecahkan.
    Allah SWT telah begitu setia kepada saya dan seluruh keluarga saya untuk menggunakan Ibu Margaret untuk mengubah situasi keuangan hidup saya menjadi lebih baik dan stabil yang sekarang saya miliki bisnis saya sendiri di kota
    Nama saya Wani Binti Yasin dari kota kuala di Malaysia, saya ingin berterima kasih kepada Ibu Margaret karena telah membantu saya dengan pinjaman yang baik setelah saya banyak menderita di tangan peminjam online palsu yang menipu saya karena uang saya tanpa menawarkan saya pinjaman, saya telah membutuhkan pinjaman selama 2 tahun terakhir untuk memulai bisnis saya sendiri di kota Kuala di mana saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di India yang telah menipu saya dan tidak menawarkan saya pinjaman dan saya sangat Frustrasted karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di India, karena ini saya memiliki hutang ke bank dan teman-teman saya dan saya tidak punya seorang pun yang akan lari, sampai suatu hari setia yang seorang teman saya menelepon Nur Syarah setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari perusahaan pinjaman Ibu Margaret, jadi saya harus menghubungi Nur syarah dan dia mengatakan kepada saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi ibu Margaret bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya harus memanggil keberanian dan saya Ibu yang dikontak Margaret dan saya terkejut, pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 2 jam pinjaman saya ditransfer ke akun saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah keajaiban dan saya harus bersaksi tentang pekerjaan baik Ibu Margaret. Saya juga telah mengetahui bahwa beberapa orang menggunakan kata-kata baik yang saya katakan tentang Ibu Margaret Pedro untuk tindakan curang, jadi tolong orang baik, saya ingin Anda berhati-hati. Dan saya juga akan menggunakan media ini untuk mendorong Anda semua untuk menghubungi perusahaan pinjaman Margaret ibu hari ini melalui email: margaretpedroloancompany@gmail.com dan menyelesaikan masalah keuangan Anda. Saya meyakinkan Anda bahwa Anda akan bersaksi seperti yang telah saya lakukan dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang ibu Margaret melalui email saya: wanibintiyasin@gmail.com dan Anda masih dapat menghubungi teman saya Nur Syarah yang memperkenalkan saya kepada Ibu Margaret melalui email : nursyarah36@gmail.com
    semoga Allah terus memberkati dan Mendukung Ibu Margaret untuk mengubah kehidupan keuangan saya.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum


    Calls Only::::{+16264653418}
    WhatsApp Only::::{+33753893351}
    Email:::::::{{aditya.aulia139@gmail.com}}
    {{iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}}

    Nama saya Aditya Aulia saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik bisa keluar dari transaksi online tapi semua keraguan saya segera dibawa untuk beristirahat saat teman saya mengenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan bore yang sama saya harus memaksa diri untuk mengikuti semua proses karena mereka sampai pada kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar 350jt di rekening Bank Central Asia (BCA) saya saat saya waspada di telepon saya, saya tidak pernah mempercayainya, agaknya saya bergegas ke Bank untuk memastikan bahwa memang benar ibu kontak sekarang mengalami terobosan pemanasan jantung dalam kehidupan finansial Anda melalui apakah itu BBM INVITE-nya: {D8980E0B} atau apakah kamu ingin mengkonfirmasi dari saya? Anda bisa menghubungi saya melalui surat saya: {aditya.aulia139@gmail.com} dan juga Anda bisa menghubungi perusahaan CREDIT UNION DAYA LESTARI via: {mail:iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}

    ReplyDelete
  4. Halo semuanya, Nama saya Siska wibowo saya tinggal di Surabaya di Indonesia, saya seorang mahasiswa, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman untuk sangat berhati-hati karena ada banyak perusahaan pinjaman penipuan dan kejahatan di sini di internet , Sampai saya melihat posting Bapak Suryanto tentang Nyonya Esther Patrick dan saya menghubunginya melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)

    Beberapa bulan yang lalu, saya putus asa untuk membantu biaya sekolah dan proyek saya tetapi tidak ada yang membantu dan ayah saya hanya dapat memperbaiki beberapa hal yang bahkan tidak cukup, jadi saya mencari pinjaman online tetapi scammed.

    Saya hampir tidak menyerah sampai saya mencari saran dari teman saya Pak Suryanto memanggil saya pemberi pinjaman yang sangat andal yang meminjamkan dengan pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp200.000.000 dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau tekanan dengan tingkat bunga rendah 2 %. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa nomor saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, segera saya menghubungi ibu melalui (estherpatrick83@gmail.com)

    Dan juga saya diberi pilihan apakah saya ingin cek kertas dikirim kepada saya melalui jasa kurir, tetapi saya mengatakan kepada mereka untuk mentransfer uang ke rekening bank saya, karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres atau penundaan.

    Yakin dan yakin bahwa ini asli karena saya memiliki semua bukti pemrosesan pinjaman ini termasuk kartu ID, dokumen perjanjian pinjaman, dan semua dokumen. Saya sangat mempercayai Madam ESTHER PATRICK dengan penghargaan dan kepercayaan perusahaan yang sepenuh hati karena dia benar-benar telah membantu hidup saya membayar proyek saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman, silakan hubungi Madam melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (siskawibowo71@gmail.com) jika Anda merasa kesulitan atau menginginkan prosedur untuk mendapatkan pinjaman

    Sekarang, yang saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman bulanan yang saya kirim langsung ke rekening bulanan Nyonya seperti yang diarahkan. Tuhan akan memberkati Nyonya ESTHER PATRICK untuk Segalanya. Saya bersyukur

    ReplyDelete
  5. Halo semuanya, saya Rika Nadia, saat ini tinggal orang Indonesia dan saya warga negara, saya tinggal di JL. Baru II Gg. Jaman Keb. Lama Utara RT.004 RW.002 No. 26. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberikan saran nyata kepada semua warga negara Indonesia yang mencari pinjaman online untuk berhati-hati karena internet penuh dengan penipuan, kadang-kadang saya benar-benar membutuhkan pinjaman , karena keuangan saya buruk. statusnya tidak begitu baik dan saya sangat ingin mendapatkan pinjaman, jadi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, dari Nigeria dan Singapura dan Ghana. Saya hampir mati, sampai seorang teman saya bernama EWITA YUDA (ewitayuda1@gmail.com) memberi tahu saya tentang pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ny. ESTHER PATRICK Manajer cabang dari Access loan Firm, Dia adalah pemberi pinjaman global; yang saya hubungi dan dia meminjamkan saya pinjaman Rp600.000.000 dalam waktu kurang dari 12 jam dengan tingkat bunga 2% dan itu mengubah kehidupan seluruh keluarga saya.

    Saya menerima pinjaman saya di rekening bank saya setelah Nyonya. LADY ESTHER telah mentransfer pinjaman kepada saya, ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah Rp600.000.000 yang saya terapkan telah dikreditkan ke rekening bank saya. dan saya punya buktinya dengan saya, karena saya masih terkejut, emailnya adalah (ESTHERPATRICK83@GMAIL.COM)

    Jadi untuk pekerjaan yang baik, LADY ESTHER telah melakukannya dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk memberi tahu dan membagikan kesaksian saya tentang LADY ESTHER, sehingga orang-orang dari negara saya dan kota saya dapat memperoleh pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) silakan hubungi LADY ESTHER Dia tidak tahu bahwa saya melakukan ini tetapi saya sangat senang sekarang dan saya memutuskan untuk memberi tahu orang lain tentang dia, Dia menawarkan semua jenis pinjaman baik untuk perorangan maupun perusahaan dan juga saya ingin Tuhan memberkati dia lebih banyak,

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (rikanadia6@gmail.com). Sekarang, saya adalah pemilik bangga seorang wanita bisnis yang baik dan besar di kota saya, Semoga Tuhan Yang Mahakuasa terus memberkati LADY ESTHER atas pekerjaannya yang baik dalam hidup dan keluarga saya.
    Tolong lakukan dengan baik untuk meminta saya untuk rincian lebih lanjut tentang Ibu dan saya akan menginstruksikan, dan ada bukti pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) Terima kasih semua

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hasil kajian baru teori modernisasi

Resume dari buku Suwarsono dan Y. So Alvin. 1994. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia. Hasil kajian baru teori modernisasi menampakkan dirinya pada akhir dekade 1970-an. Pemerhati teori modernisasi pada saat itu mulai menguji kembali berbagai asumsi dasar teori modernisasi. Berikut adalah landasan berpijak teori modernisasi baru; Pertama, hasil baru kajian modernisasi berasumsi bahwa nilai-nilai tradisional dan modern dapat saling mempengaruhi dan bercampur satu sama lain. Disamping itu, generasi ini mencoba menunjukkan bahwa sistem nilai tradisional dapat memberikan sumbangan positif yang kemudian mengarahkan peneliti kajian modernisasi untuk memberi perhatian lebih pada nilai-nilai tradisional. Kedua, karya baru ini tidak lagi bersandar teguh pada analisa yang abstrak dan tipologi, namun lebih cenderung memperhatikan kasus-kasus nyata dan juga memperhatikan faktor sejarah. Ketiga, sebagai akibat dari perhatiannya terhadap sejarah dan an...

Prostitusi Dipandang dari Teori Strukturasi Anthony Giddens

Oleh Rizki Setiawan “Aku bebas hanya ketika semua orang lain di sekelilingku –baik laki-laki maupun perempuan- sama-sama bebasnya. Kebebasan orang lain, alih-alih membatasi atau membatalkan kebebasanku, justru sebaliknya merupakan kondisi dan konfirmasi yang diperlukannya. Aku menjadi bebas dalam pengertiannya yang sejati hanya karena kemerdekaan orang lain, begitu rupa sampai semakin banyak jumlah orang bebas di sekelilingku, makin dalam dan makin besar serta makin intensif kemerdekaan mereka, maka makin dalam dan makin luas pula kemerdekaanku.” -Mikhail Bakunin [1] Prostitusi sampai saat ini telah dianggap sebagai momok yang memalukan hampir oleh seluruh masyarakat di dunia, terutama Indonesia. Pandangan masyarakat terhadap prostitusi telah memiliki ambiguitas tersendiri, yang nampak dari stigma-stigma negatif yang sangat kental yang terlanjur melekat pada prostitusi. Prostitusi dalam makna harfiahnya adalah aktivitas seksual (tanpa nikah) yang telah dipersiapkan de...