Cinta, satu kata
berjuta makna, selalu absurd, definisinya selalu bersifat subjektif, dan bahkan
mungkin saya yang menolak cinta pun masih bersifat subjektif? Cinta seringkali
diartikan sebagai bayang-bayang lawan jenis yang kita sukai yang terus melayang
terbawa mimpi dalam tidur.
Seperti reff
lagu terbaru Maia; aku mau makan ku ingat kamu.., aku mau minum kuingat kamu..,
cinta.., semua jadi serba kamu.., Namun, satu hal yang terus membayangi saya;
“jika cinta itu memang suci, jika cinta memang hebat, kenapa juga cinta yang
satu dapat menghancurkan cinta yang lain? Sebagai contoh kongkrit misalnya
ketika seseorang yang tidak mempunyai perasaan cinta namun sudah siap menikahi
pasangannya yang sangat mencintainya, namun saat itu pula datang seorang lain yang
menimbulkan cinta dihatinya.., maka orang yang sangat mencintainya ditingkannya
pergi bersama makhluk yang baru saja muncul dalam hidupnya, itukah cinta? Cinta
yang lebih dulu tumbuh hancur karena cinta yang lain datang?
Akhh..,,
sudahlah.., yang absurd tetap saja absurd, gak jelas. Ngapain juga saya masih
mikir cinta, bukan sebaiknya kita memikirkan bagaimana kehidupan yang manusiawi
dapat terwujud? mikir tetangga kita yang belum makan dua hari ini.., mikir
sesama manusia yang tak punya tempat tinggal.., mikir nasib kawan kita yang
dilanda kemiskinan.., mikir nasib saudara kita, yang juga manusia...,?
Comments
Post a Comment