Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Kemiskinan dan Utang Luar Negeri Indonesia

Oleh   Rizki Setiawan Kemiskinan di Indonesia Dipandang dari Teori Modernisasi Kemiskinan sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Kemiskinan muncul karena sumber daya manusia tidak berkualitas, demikian pula sebalik-nya. Secara ekonomi kemiskinan dapat diartikan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat., maksud dari sumber daya disini yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kemudian ada juga yang disebut dengan kemiskinan relative yaitu kemiskinan yang yang ditentukan oleh perkembangan kebutuhan masyarakat, tidak hanya kebutuhan fisik saja seperti makanan, tetapi juga kebutuhan pada saat itu seperti pendidikan, kesehatan, dll. Lebih lanjut, kemiskinan disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat sehingga menghalangi seseorang memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang tersedia, antara lain. 

Hei Muke Toples, baca dong tulisan gw!

CENGAN Reformasi ternyata tak hanya merubah struktur politik maupun ekonomi yang ada, namun pada tingkatan mikro terdapat juga sedikit perubahan tingkah laku muda mudi, yang salah satunya adalah cengan. Kata cengan tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, atau kita pun kerap melakukan dan terkena cengan. Cengan adalah “kata gaul”, yang cukup sulit diartikan. Cengan dapat berarti hinaan, makian, sindiran, atau makna-makna lain yang ada. Sebenarnya budaya cengan sudah ada sejak dulu, yang secara umum ditandai dengan bertumbuh kembangnya musik rap., pantun, budaya Betawi, dan lainnya.

“Sertifikasi”

Pembahasan seputar sertifikasi cukup lucu untuk dapat membuat saya tertawa terbahak-bahak, namun juga cukup menyedihkan hingga dapat membuat saya menangis. Perdebatan seputar sertifikasi telah menampakkan kedigdayaannya yang mampu merambah semua kalangan. Sertifikasi merupakan hal yang kurang disukai kalangan proletariat, tanggapan serupa juga banyak di dukung oleh para cendekiawan dan sebagian lainnya sepaham dengan sertfikasi, namun pejabat pemerintahan serta kalangan elite telah menunjukkan dukungannya terhadap sertifikasi. Sebelum membahas lebih jauh seputar sertifikasi, sebaiknya dilakukan penyamaan persepsi tentang sertifikasi agar tidak menimbulkan kerancuan. Yang dimaksudkan dengan sertifikasi dalam tulisan ini adalah pe-legitimasi-an terhadap seseorang atau sekelompok orang atas sebuah skill dengan proses dan metode tertentu. Ijazah dapat digunakan sebagai contoh, dengan mengikuti pendidikan di sekolah dasar dan mengikuti ujian kelulusan serta syarat-syarat lain yang men...

MONEYTHEISM

Oleh Rizki Setiawan Globalisasi telah mengantarkan bangsa Indonesia pada jerat kepitalisme yang tak terelakkan. Kapitalisme pada saat ini telah menjadi sesuatu yang tak terhindarkan oleh semua negara, yang terbukti dengan hancurnya negara-negara sosialis. Paham kapitalisme, atau yang sering pula disebut sebagai paham”pasar” telah menciptakan budaya tersendiri yang kian menjerat hampir seluruh bangsa yang ada di dunia.

Masih Pake CINTA? (Cinta bagian 2)

Cinta, satu kata berjuta makna, selalu absurd, definisinya selalu bersifat subjektif, dan bahkan mungkin saya yang menolak cinta pun masih bersifat subjektif? Cinta seringkali diartikan sebagai bayang-bayang lawan jenis yang kita sukai yang terus melayang terbawa mimpi dalam tidur.

SAATNYA PRESIDEN BERGELAR SARJANA

Oleh Rizki Setiawan Presiden sampai saat ini di anggap sebagai kunci dari kondisi negara, yang membuat perdebatan mengenai rencana pengubahan kualifikasi calon presiden Republik Indonesia mendatang minimal harus bergelar sarjana tak hanya menarik perhatian masyarakat lapis atas, namun juga masyarakat menengah ke bawah. Terlebih, sejarah kepresidenan Indonesia yang menunjukkan dari enam presiden hanya tiga orang presiden yang bergelar sarjana (50%), serta data statistik yang menunjukkan hanya 20% penduduk Indonesia yang menyelesaikan pendidikannya sampai sarjana, tidak dapat diambil sebagai tolak ukur dalam menentukan kualifikasi calon presiden. Karena diperlukan kajian yang lebih dalam mengenai hal tersebut. Berbagai pihak telah memperlihatkan dukungan terhadap peningkatan kualifikasi capres tersebut karena merasa peran pendidikan cukup signifikan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Menurut kelompok ini, jangankan dalam kualifikasi capres, untuk mengukur kemajuan suatu ...

Resume The New rulers of The World-John Pilger

Terdapat banyak permasalahan pembangunan di Negara dunia ketiga yang dipaparkan dalam film “ The New Rulers of the World ”, namun yang menjadi permasalahan utama yang ditekankan adalah globalisasi, yang digembor-gemborkan dapat menyatukan berbagai ras di dunia, namun malah menciptakan jurang pemisah yang sangat signifikan antara si kaya dan si miskin, baik antar negara (Negara maju dengan Negara dunia ketiga), maupun dalam intern negara (antara warga negara satu dengan warga negara yang lain). Mungkin analisis  film ini  pada beberapa bagian kehilangan keakuratannya, yang tak lebih dikarenakan analisis dilakukan dengan hanya sekali menonton  film tersebut . Namun di sini akan dicoba sebisa mungkin untuk menganalisa  film  ini secara tepat dengan keterbatasan yang ada. Permasalahan yang di alami negara dunia ketiga adalah seperti utang negara dunia ketiga terhadap lembaga “bantuan”, yang secara tidak langsung mengakibatkan eksploitasi berlebihan oleh ...

Perbandingan Teori Pembangunan

Oleh Rizki Setiawan Diolah dari Suwarsono dan Y. So Alvin. 1994. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia. 1. Modernisasi Teori pembangunan ini dirancang oleh kaum intelektual negara maju untuk membangun negara dunia ketiga dengan mengikuti model pembangunan negara maju, yaitu dengan melakukan modernisasi (industrialisasi dll). Perspektif ini “memaksa” negara dunia ketiga untuk menghilangkan tradisi (budaya maupun pranata sosial) yang ada. Akar Teori : ·       Evolusionerisme yang bersifat linier ·       Differensiasi struktural ·       Fungsionalisme (Talcot Parsons) Asumsi dasar: ·      Masalah pembangunan di negara dunia ketiga adalah problem internal (budaya & pranata sosial) ·      Solusi internalnya adalah modernisasi ·      Eksternal (luar negeri) menyebabkan kemajuan ·   ...

Hasil kajian baru teori modernisasi

Resume dari buku Suwarsono dan Y. So Alvin. 1994. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia. Hasil kajian baru teori modernisasi menampakkan dirinya pada akhir dekade 1970-an. Pemerhati teori modernisasi pada saat itu mulai menguji kembali berbagai asumsi dasar teori modernisasi. Berikut adalah landasan berpijak teori modernisasi baru; Pertama, hasil baru kajian modernisasi berasumsi bahwa nilai-nilai tradisional dan modern dapat saling mempengaruhi dan bercampur satu sama lain. Disamping itu, generasi ini mencoba menunjukkan bahwa sistem nilai tradisional dapat memberikan sumbangan positif yang kemudian mengarahkan peneliti kajian modernisasi untuk memberi perhatian lebih pada nilai-nilai tradisional. Kedua, karya baru ini tidak lagi bersandar teguh pada analisa yang abstrak dan tipologi, namun lebih cenderung memperhatikan kasus-kasus nyata dan juga memperhatikan faktor sejarah. Ketiga, sebagai akibat dari perhatiannya terhadap sejarah dan an...

Prostitusi Dipandang dari Teori Strukturasi Anthony Giddens

Oleh Rizki Setiawan “Aku bebas hanya ketika semua orang lain di sekelilingku –baik laki-laki maupun perempuan- sama-sama bebasnya. Kebebasan orang lain, alih-alih membatasi atau membatalkan kebebasanku, justru sebaliknya merupakan kondisi dan konfirmasi yang diperlukannya. Aku menjadi bebas dalam pengertiannya yang sejati hanya karena kemerdekaan orang lain, begitu rupa sampai semakin banyak jumlah orang bebas di sekelilingku, makin dalam dan makin besar serta makin intensif kemerdekaan mereka, maka makin dalam dan makin luas pula kemerdekaanku.” -Mikhail Bakunin [1] Prostitusi sampai saat ini telah dianggap sebagai momok yang memalukan hampir oleh seluruh masyarakat di dunia, terutama Indonesia. Pandangan masyarakat terhadap prostitusi telah memiliki ambiguitas tersendiri, yang nampak dari stigma-stigma negatif yang sangat kental yang terlanjur melekat pada prostitusi. Prostitusi dalam makna harfiahnya adalah aktivitas seksual (tanpa nikah) yang telah dipersiapkan de...