Oleh Rizki Setiawan
Diolah
dari Suwarsono dan Y. So Alvin. 1994.
Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
1. Modernisasi
Teori
pembangunan ini dirancang oleh kaum intelektual negara maju untuk membangun
negara dunia ketiga dengan mengikuti model pembangunan negara maju, yaitu
dengan melakukan modernisasi (industrialisasi dll). Perspektif ini “memaksa”
negara dunia ketiga untuk menghilangkan tradisi (budaya maupun pranata sosial)
yang ada.
Akar
Teori :
· Evolusionerisme yang bersifat linier
· Differensiasi struktural
· Fungsionalisme (Talcot Parsons)
Asumsi
dasar:
· Masalah pembangunan
di negara dunia ketiga adalah problem internal (budaya & pranata sosial)
· Solusi internalnya
adalah modernisasi
· Eksternal (luar
negeri) menyebabkan kemajuan
· Tradisi membawa
dampak negatif terhadap pembangunan
· Model pembangunan
mengikuti negara maju (Amerika)
2. Dependensi
Teori
pembangunan ini dirancang oleh kaum intelektual negara dunia ketiga yang merasa
bahwa modernisasi ternyata telah membuat ketergantungan (ekonomi, sosial maupun
politik) negara dunia ketiga terhadap negara maju. Maka untuk melakukan
pembangunan, negara dunia ketiga harus membatasi diri dari campur tangan luar
negeri dan memproduksi kebutuhannya sendiri.
Akar
Teori :
·
Neo-Marxist
(Imperialisme, Tahap-tahap menuju Komunisme, kekuatan peubah)
·
ECLA
(Economic Commission for Latin America)
Asumsi
dasar:
·
Ketergantungan
negara dunia ketiga
·
Penghambat
pembangunan berasal dari faktor eksternal
·
Ketergantungan
ekonomi negara dunia ketiga
·
Polarisasi
regional (negara maju tambah maju, negara miskin tambah miskin)
·
Ketergantungan
≠ pembangunan
3.
Sistem dunia
Perspektif
ini mempunyai anggapan bahwa permasalahan pembangunan yang ada harus dilihat
secara total, berjangka panjang. Maka unit analisa yang tepat adalah
keseluruhan dunia, yang terbagi atas tiga strata, yaitu sentral,
semi-pinggiran, dan pinggiran. Teori ini berasumsi bahwa untuk memajukan negara
dunia ketiga diperlukan sebuah momentum yang tepat, maka diperlukan kejelian
untuk melihat kondisi ekonomi-sosial maupun politik dunia. Selain itu, teori
sistem dunia menyatakan bahwa pada akhir abad 20 akan tercadi satu tahap
transisi tata ekonomi kapitalis dunia.
Akar
Teori :
·
Teori
dependensi dan Annales Prancis
·
Wallerstain
(pembagian negara-negara di dunia menjadi 3 kategori
Asumsi
dasar:
·
Negara
di dunia terbagi menjadi tiga (pusat, semi-pinggiran dan pinggiran)
·
Adanya
kesempatan dari negara-negara tersebut untuk berubah status
·
Diperlukan
pemanfaatan momentum yang ada
·
Diperlukan
pemanfaatan kesempatan yang disediakan oleh dinamika ekonomi-politik dunia
4.
Dualisme
Penggunaan sistem ekonomi kapitalis di negara
jajahan oleh kaum kolonial tidak serta merta diterima oleh penduduk pribumi.
Hal ini membuat terjadinya dualisme ekonomi yang tumbuh berdampingan pada
masyarakat jajahan di Timur (masyarakat tetap bertahan dengan sistem ekonominya
sendiri (pra-kapitalisme), dan kaum kolonial memaksakan masyarakat untuk juga
menerapkan sistem kapitalisme).
Akar
Teori :
· Kapitalisme
Asumsi
dasar:
·
Hukum
kapitalisme yang terjadi di Eropa Barat tidak terjadi pada masyarakat jajahan
di Timur
·
Terjadi
dualisme sistem ekonomi pada masyarakat jajahan di Timur
5. Masyarakat Plural
Proses
sejarah yang panjang pada masyarakat Hindia Belanda menimbulkan adanya lebih
dari satu kelompok sosial yang secara kultural berbeda namun terikat ke dalam
suatu sistem ekonomi politik kolonial.
Akar
Teori :
Pluralisme masyarakat
Asumsi
dasar:
·
Masyarakat
Hindia Belanda adalah plural
·
Terdapat
tiga kelompok sosial pada masyarakat Hindia Belanda; yaitu Eropa, Timur Asing,
dan Pribumi
·
Masing-masing
kelompok sosial tersebut hidup berdampingan namun memiliki fungsi
sendiri-sendiri dan hidup berdasarkan budaya masing-masing.
6. Involusi
Industri
perkebunan yang mendesak/ mengurangi lahan pertanian milik petani Jawa dengan
ditambah meningkatnya populasi penduduk jawa menghasilkan dua hal yang
kontradiktif; yaitu Industri perkebunan menghasilkan kemakmuran, sedangkan
tanah-tanah pertanian berakibat pada kemiskinan.
Akar
Teori :
Kapitalisme
Asumsi
dasar:
· Perluasan ekonomi
kapitalis kolonial menghasilkan dua hal yang saling kontradiktif pada petani di
Jawa
· Lahan pertanian
semakin menyempit sementara tenaga kerja terus bertambah membuat petani Jawa
menjadi miskin.
Comments
Post a Comment