Skip to main content

Hei Muke Toples, baca dong tulisan gw!

CENGAN

Reformasi ternyata tak hanya merubah struktur politik maupun ekonomi yang ada, namun pada tingkatan mikro terdapat juga sedikit perubahan tingkah laku muda mudi, yang salah satunya adalah cengan. Kata cengan tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, atau kita pun kerap melakukan dan terkena cengan. Cengan adalah “kata gaul”, yang cukup sulit diartikan. Cengan dapat berarti hinaan, makian, sindiran, atau makna-makna lain yang ada. Sebenarnya budaya cengan sudah ada sejak dulu, yang secara umum ditandai dengan bertumbuh kembangnya musik rap., pantun, budaya Betawi, dan lainnya.

Bila ditelaah lebih dalam, ternyata budaya cengan cukup kontroversial. Di satu sisi dengan ada cengan dapat menambah keakraban, namun juga dapat merusak keakraban. Dengan adanya cengan pun, tercerminkan budaya untuk menjelek-jelekkan orang, yang tentunya tidak hanya berasal dari pergaulan, namun juga tercermin dari infotaiment yang telah “sukses mendominasi” tayangan layar kaca.


Uniknya, dengan adanya cengan, kita (bila dengan positif menanggapinya) dapat menjadikannya sebagai acuan introspeksi diri. Seperti pada tayangan Republik BBM yang kemudian merubah namanya menjadi Republik Mimpi yang sarat dengan “cengan” terhadap politisi. Meskipun terjadi pro-kontra dalam “cengan”, tulisan ini pada akhirnya akan membahas trik-trik untuk “sukses” dalam ber-“cengan” ria, yang secara garis besar sebagai berikut; tidak perlu mengingkari apa yang mereka cengin ke kita, atau bahkan kita membantu ngecengin diri kita sendiri. Dan bila ada kesempatan, counter balikkan cengan tersebut. Misalkan bila anda mendapat cengan “lu mah lahirnya dilepehin”, kita dapat menjawabnya dengan “kok lu tahu si, perhatian banget lu ma gw..., dan banyak lagi tekhnik yang lain yang akan anda temukan dengan sendirinya. Kemudian yang terpenting, jangan pernah tersinggung terhadap cengan, ambillah cengan sebagai sebuah media untuk mengintrospeksi diri. Selamat ber-“cengan” ria, semoga berhasil!

Comments

  1. Saya TKI DI MALAYSIA
    Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya inilah kenyataannya...
    Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (Arab Saudi) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 257 juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemaring saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
    KI BARONG di Nomor telfon 0852 8895 8775 di jamin bantuan beliau 100% …
    ATAU >>KLIK DISINI<<
    BANTUAN DARI KI BARONG
    1.PESUGIHAN
    2.TOGEL
    3. DANAH GHAIB
    4.PENGGANDAAN UANG
    5.UANG BALIK
    6.PEMIKAT
    7.PENGLARIS BISNIS (Jualan,Tokoh,warung)
    8.PERLANJAR DALAM BERBAGAI HAL
    Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Saudi semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
    Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi KI BARONG di nomor 0852 8895 8775 Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimahkasi….

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hasil kajian baru teori modernisasi

Resume dari buku Suwarsono dan Y. So Alvin. 1994. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia. Hasil kajian baru teori modernisasi menampakkan dirinya pada akhir dekade 1970-an. Pemerhati teori modernisasi pada saat itu mulai menguji kembali berbagai asumsi dasar teori modernisasi. Berikut adalah landasan berpijak teori modernisasi baru; Pertama, hasil baru kajian modernisasi berasumsi bahwa nilai-nilai tradisional dan modern dapat saling mempengaruhi dan bercampur satu sama lain. Disamping itu, generasi ini mencoba menunjukkan bahwa sistem nilai tradisional dapat memberikan sumbangan positif yang kemudian mengarahkan peneliti kajian modernisasi untuk memberi perhatian lebih pada nilai-nilai tradisional. Kedua, karya baru ini tidak lagi bersandar teguh pada analisa yang abstrak dan tipologi, namun lebih cenderung memperhatikan kasus-kasus nyata dan juga memperhatikan faktor sejarah. Ketiga, sebagai akibat dari perhatiannya terhadap sejarah dan an...

Bank Kaum Miskin (Grameen Bank)

Review buku Bank Kaum Miskin (Grameen Bank) oleh Rizki Setiawan Komite Nobel Norwegia pada tahun 2006 lalu memutuskan Profesor Muhammad Yunus dan Grameen Bank mendapat Nobel perdamaian. Maka Grameen Bank sebagai gerakan pemberantasan kemiskinan sangat relevan untuk digunakan sebagai landasan teori dalam skripsi ini. Grameen Bank merupakan salah satu contoh real peran aktor dalam pembangunan, namun begitu di sini lebih ditekankan pada bagaimana struktur kemiskinan dalam masyarakat dapat dibongkar. Muhammad Yunus adalah dekan Fakultas Ekonomi Chittagog University di Bangladesh yang resah akan ketidakmampuan ilmu ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan itu dia memilih “pandangan mata cacing” guna mempelajari kemiskinan dari jarak dekat. Kemudian dia melepaskan jubah akademisnya dan lalu bergaul dengan bergaul dengan orang miskin dan realitas kemiskinan desa Jobra yang bertetangga dengan universitas tempat Ia mengajar. Kaum miskin telah mengajari ilmu ekonomi yang benar...

Prostitusi Dipandang dari Teori Strukturasi Anthony Giddens

Oleh Rizki Setiawan “Aku bebas hanya ketika semua orang lain di sekelilingku –baik laki-laki maupun perempuan- sama-sama bebasnya. Kebebasan orang lain, alih-alih membatasi atau membatalkan kebebasanku, justru sebaliknya merupakan kondisi dan konfirmasi yang diperlukannya. Aku menjadi bebas dalam pengertiannya yang sejati hanya karena kemerdekaan orang lain, begitu rupa sampai semakin banyak jumlah orang bebas di sekelilingku, makin dalam dan makin besar serta makin intensif kemerdekaan mereka, maka makin dalam dan makin luas pula kemerdekaanku.” -Mikhail Bakunin [1] Prostitusi sampai saat ini telah dianggap sebagai momok yang memalukan hampir oleh seluruh masyarakat di dunia, terutama Indonesia. Pandangan masyarakat terhadap prostitusi telah memiliki ambiguitas tersendiri, yang nampak dari stigma-stigma negatif yang sangat kental yang terlanjur melekat pada prostitusi. Prostitusi dalam makna harfiahnya adalah aktivitas seksual (tanpa nikah) yang telah dipersiapkan de...